Tulisan ini terinspirasikan oleh tulisan suamiku yang ga sengaja ku baca di foldernya.. Aa menulis tentang beramal dan juga doan-doanya. Di suatu paragraf, Aa mengatakan tentang Ramadhan. Aa menulis dua kata yang ku garis bawahi - yakni AKADEMI RAMADHAN.
Setelah membaca tulisannya, pikiranku jadi terbuka. Sahabat, Ramadhan adalah benar sebuah akademi, sebuah tempat pembelajaran yang singkat dan padat, di mana kita diuji dengan banyak hal, bukan saja ujian bagi fisik kita tapi juga bagi ruhiyah kita.
Mungkin sahabat masih ingat, bagaimana rasanya waktu pertama kali duduk di bangku kuliah. Exicted, H2C dan segala perasaan berkecamuk. Kemudian di tengah kuliah, kita dihadapkan pada UTS dan UAS belum lagi segala quiz dadakan dan juga sidang kelulusan. Sama dengan Ramadhan.
Semua keriangan dan kecemasan itu berawal sebelum Ramadhan tiba. Kemudian berlanjut dengan tantangan yang besar di bulan Ramadhan itu sendiri. Namun, apabila Ramadhan telah usai, apakah itu berarti kita telah lulus ujian? Tidak begitu menurut ku.
Sahabat, hidup adalah proses pembelajaran. Dan kita akan selalu dituntut untuk belajar, hingga ajal menjemput. Ramadhan adalah bulan proses perbaikan diri. Ketika Ramadhan usai, kita dihadapkan pada tantangan yang lebih besar lagi, yakni menjaga konsistensi ibadah kita sama seperti kita beribadah di bulan seribu bulan itu. Kemudian jika Allah mempertemukan
kita kembali kepada bulan penuh ampunan itu, maka satu anak tangga untuk dinaiki terpampang di depan kita. Saat kita dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya lagi, maka semakin tinggi kelas yang kita naiki, seharusnya semakin banyak ilmu yang kita miliki dan semakin rendah hati kita dalam menjalankan hidup ini.
Sahabat, marilah kita berdoa, agar Ramadhan tahun ini, dapat menjadikan hidup kita lebih baik dan ibadah kita semakin berkualitas. Semoga apa yang kita kerjakan di bulan Ramadhan ini, menjadi satu pondasi kuat bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Astaghfirullah…Astaghfirullah…Astaghfirullah…
Mohon maaf atas kekhilafan dan kesalahan ku, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Mohon maaf atas kekhilafan dan kesalahan ku, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar