Dikeheningan malam, orang-orang terlelap, mengembara antara relung waktu yang ada. Dalam hembusan nafasnya, sang malam melukiskan sesuatu diatas wajah yang terbuai mimpi, hingga malampun semakin sunyi.
Tak terdengar lagi suara sinetron dan iklan, semuanya telah terlelap dalam pelukan sang tidur malam. Kutatap langit dipenuhi sang Bintang yang tak lelah bermain dalam kedipan matanya. Kunang-kunang menghampiriku seakan berkata masih ada aku dalam sepimu, begitu pula jangkrik ikut memberikan warna dalam heningnya malam.
Akupun terbuai dalam malam yang hening membawaku larut dalam renungan…
Ketika kita berbisik, Tuhan maukah Engkau bicara padaku ? dengan nyaring jangkrik menyanyi, lalu kita tidak mengetahuinya. Kemudian dalam gelap kita bertanya “Tuhan ijinkanlah aku melihatMU, dengan manis Bintang memberikan sinar, namun kita tidak melihatnya. Ketika kita berkata “Tuhan tunjukkanlah keajaibanmu” kunang-kunang dengan indah menari dan menghampiri, kitapun tidak menyadari hal itu.
Kesemunya itu hanyalah sebagain kecil untuk mengingatkan bahwa Tuhan senantiasa ada disekitar kita, Tuhan senantiasa mengasihi Umatnya, Tuhan senantiasa memberikan jalan yang terbaik meskipun dalam bentuk kecil dan sederhana, namun kita sering mengabaikan hal kecil dan selalu melihat hal yang besar.
Kita harus menyadari setiap Anugrah yang diberikan tidak semata-mata dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti, sehingga kita harus pandai-pandai untuk bersyukur atas nikmat dalam kehidupan ini.
Malam yang sunyi tidak selamanya sepi, dan malam yang sepi tidak selamanya kelabu, akan ada keindahan hati untuk menikmati malam dalam keheningan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar